Dokter Kecil Award, Duta Hidup Sehat Sejak Dini

Published on September 23rd, 2011

Permasalahan kesehatan yang kerap menjangkiti anak dan juga keluarga di Indonesia, salah satunya adalah penyakit diare. Menurut catatan Badan Kesehatan Dunia (WHO), diare membunuh 2,5 juta balita di dunia setiap tahun. Selain diare, satu masalah kesehatan yang biasa terjadi pada anak usia sekolah adalah kecacingan atau masyarakat menyebutnya penyakit cacingan. Padahal masalah kesehatan tersebut dapat diatasi dengan membiasakan hidup sehat sebagai budaya sehari-hari. Untuk itu Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyelenggarakan  program dokter kecil Hal ini dilakukan sebagai upaya promotif dan preventif seperti yang dilakukan budaya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Seleksi Dokter Kecil tingkat provinsi digelar dengan serangkaian kegiatan yang bersifat edukatif namun tetap fun bagi para finalis Dokter Kecil. Seperti Tes Tertulis mengenai materi Dokter Kecil, Lomba Mading, Lomba Puzzle Gizi, Lomba Rally Dokcil, serta  Lomba P3K. Selain itu, digelar talkshow kesehatan dan pentas seni gerak dan tari tentang PHBS dari para finalis Dokter Kecil. Ada 5 pemenang utama yang sudah terseleksi dari 21 propinsi yang berpartisipasi. Tiga diantaranya adalah  Pemenang Pertama dimenangkan SDN 16 Banda Aceh, Aceh. Lalu SDN Sukadamai 3 Jawa Barat, lalu pemenang ketiga oleh Siswa dari SD Banjaran 4 Kediri-Jawa Timur.

Menjadi dokter sehat ciptakan duta hidup sehat sejak dini. Seperti yang diungkapkan olesh salah satu panitia penyelenggara Dokter Kecil Award. “Yang terpilih sebagai dokter cilik diharapkan bisa menginspirasikan lingkungannya untuk berperilaku sehat, minimal ke teman-teman sekolahnya, keluarga dan masyarakat”  jelas Dr Prijo Sidipratomo SpRad (K) selaku Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia yang juga panitia penyelenggara dokter kecil Award. Berdasarkan hasil laporan UNICEF Indonesia menunjukkan komunitas Dokter Kecil terbukti dapat menjadi agen perubahan dalam menggerakkan budaya hidup sehat disekelilingnya.  [KWO]